Kepada calon suamiku,
Hai kamu yang masih dirahasiakan Allah namun mudah-mudahan sudah mulai bisa kuketahui siapa orangnya (aamiiin) ini aku calon istrimu kelak.
Aku bukan wanita yang paling baik agamanya. Aku masih sering lalai dan masih butuh banyak belajar. Jangan segan-segan menegurku dan mengajakku ke jalan kebaikan. Tuntun aku selalu untuk bisa menjadi istri yang sholehah. Agar nantinya kita dapat berkumpul kembali di surga
Aku bukan wanita yang cantik. Aku tidak gemar menggunakan make up. Hanya sekedar lipstick saja untuk mencerahkan wajahku.
Aku tidak selalu mengikuti model baju terbaru tapi aku takkan membuatmu malu dengan pakaianku yang tidak matching atau tidak layak digunakan karena sedari kecil ibuku selalu mengajariku untuk berpakaian rapi.
Aku yakin kau sudah tahu profesiku sebagai dokter. Maaf, aku tidak akan melepaskan profesiku ini. Bukan karena ego atau kebanggaanku. Hal ini semata-mata karena aku ingin menambah pundi-pundi amalku selama di dunia dengan membantu sesama. Tapi aku berjanji aku takkan menelantarkanmu maupun anak kita nanti. Aku rela menunda studi spesialisku sampai anak kita masuk sekolah. Supaya pada masa keemasannya aku dapat menjadi ibu sepenuhnya bukan hanya sekedar ibu biologisnya. Aku rela hanya praktik di satu tempat asalkan akhir pekanku dapat kusediakan untuk kalian. Aku rela memasak pagi-pagi meskipun aku baru menyelesaikan operasi supaya kalian dapat selalu merasakan masakanku minimal satu kali sehari. Akupun rela menunda tidurku demi memeriksa PR anak kita atau sekedar menunggumu pulang kerja.
Aku memang bukan orang yang sabar. Kadang emosiku dapat muncul dan mungkin akan membuatmu kesal. Kadang kecemburuanku mungkin menyebalkan. Tapi cobalah untuk mengerti dan tidak terpancing karenanya. Peluk aku seerat mungkin ketika aku mulai tidak bisa menahan emosiku. Karena kuyakin hanya pelukanmu yang dapat menenangkanku.
Calon suamiku,
Semoga kita dapat segera dipersatukan. Meskipun awal kehidupan kita mungkin berat, aku tidak keberatan untuk merintis bersamamu sejak awal. Dan ketika nantinya kita sudah memiliki kehidupan yang lebih baik, janganlah kamu tenggelam dalam kesenangan. Jangan lupa padaku yang telah berjuang bersamamu sejak awal.
Yakinlah akan satu hal, Aku mencintaimu. Hari ini, esok dan seterusnya.